Minggu, 02 Oktober 2016

resume pertemuan 6


stereokimia

Stereokimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi, yakni bagaimana atom atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relatif terhadap yang lain.

HIDROKARBON



Variasi Struktur Senyawa Organik
a. Variasi jenis & jumlah atom penyusun molekul.
b. Variasi urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul.
c. Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran (rigidity) dalam molekul.
Isomer adalah suatu molekul dengan jumlah dan jenis atom yang sama tetapi berbeda susunan susunan atomnya Jenis: isomer struktural dan isomer geometrik.
jenis-jenis isomer
a. Isomer struktural
Jenis & jumlah atom penyusun molekul sama.
Variasi urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul.
- Gugus fungsi sama, beda urutan atom saja
-– Gugus fungsi berbeda à isomer fungsional
b. Isomer geometrik
Jenis, jumlah & urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul sama
Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran
(rigidity) dalam molekul.

isomer struktural

isomer fungsional




isomer geometri
Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran (rigidity) dalam molekul
- Isomer geometri pada hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka.
- Isomer geometri pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka.
- Isomer geometri pada hidrokarbon siklik.
Isomer geometri pada hidrokarbon yang mempunyai pusat kiral

Isomer geometri pada hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka
Keterbatasan perputaran atom – atom yang terikat pada masingmasing atom C pada ikatan rangkap yang dikarenakan adanya antaraksi antara orbital p membentuk ikatan phi.




a. Isomer geometri cis & trans
b. Isomer geometri E & Z.

sistem dan tatanama cis dan trans
cis = pada sisi yang sama   
trans = bersebrangan




E & Z
Gugus pada tiap atom C ikatan rangkap diberi prioritas tinggi (1) atau rendah (2) menurut aturan Chan-Ingold-Prelog
- Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada satu sisi à isomer Z (zusammen = bersama)
- Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada sisi yang berbeda à isomer E (entgegen = bersebrangan)

Chan-Ingold-Prelog
Atom dengan nomor atom lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi.


- Isotop dengan nomor massa lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi D (H12) mempunyai prioritas lebih tinggi dari H11.
- Jika kedua atom identik maka atom berikutnya digunakan untuk menentukan prioritas


Atom dengan ikatan rangkap 2 atau 3 setara dengan 2 atau 3 kali ikatan tunggal












6 komentar:

  1. Assalamualaikum kak rini, saya Ditta Nur Ayu ingin bertanya mengenai materi blog yang kakak buat, bagaimana isomer geometri untuk hidrokarbon rantai tertutup ?
    Terima kasih kak

    BalasHapus
  2. waalaikumsalam dita,
    rantai tertutup atau yang lebh sering kIta kenal dengan siklik mempunyai isomer geometri sebagai berikut diamana ada keterbatasan perputaran atom atom yang terikat pada masing masing atom C, rntangan perputaran atom atom tidak sebesar rintangan atom atom yang terikat pada atom C katan rangkap, tetapi lebih besar dari pada rintangan pada hidrokarbon rantai terbuka hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari tegangan sudut. dimana ikatan sigma pada hibridisasi sp3 mempunyai sudut 109,5 derajat, namun beberapa ikatan siklik mempunyai sudut tidak demkian.

    BalasHapus
  3. waalaikumsalam dita,
    rantai tertutup atau yang lebh sering kIta kenal dengan siklik mempunyai isomer geometri sebagai berikut diamana ada keterbatasan perputaran atom atom yang terikat pada masing masing atom C, rntangan perputaran atom atom tidak sebesar rintangan atom atom yang terikat pada atom C katan rangkap, tetapi lebih besar dari pada rintangan pada hidrokarbon rantai terbuka hal ini dikarenakan adanya pengaruh dari tegangan sudut. dimana ikatan sigma pada hibridisasi sp3 mempunyai sudut 109,5 derajat, namun beberapa ikatan siklik mempunyai sudut tidak demkian.

    BalasHapus
  4. assalamualaikum rini saya aan nofia nengsih ingin menambahkan sedikit materi mengenai perbedaan dari isomer fungsional dan isomer geometri Perbedaan Isomer Fungsional dan Geometri adalah:

    Isomer fungsional adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai jenis gugus fungsional yang berbeda.
    Isomeri geometri adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa berumus molekul sama, urutan penggabungan atom-atomnya sama, tetapi mempunyai cara penataan ruang gugus-gugus pada ikatan rangkap atau rantai siklis yang berbeda.



    Isomer fungsional adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai jenis gugus fungsional yang berbeda. Senyawa-senyawa yang berisomeri fungsional mempunyai sifat fisik dan sifat kimia yang berbeda.Isomeri geometri adalah gejala terdapatnya beberapa senyawa berumus molekul sama, urutan penggabungan atom-atomnya sama, tetapi mempunyai cara penataan ruang gugus-gugus pada ikatan rangkap atau rantai siklis yang berbeda. Senyawa-senyawa yang berisomeri geometri mempunyai sifat fisik yang berbeda.
    terima kasih

    BalasHapus
  5. waalakum salam aan terimakasih sangat bermanfaat saya juga sedikit menambahkan kembali mengenai sifat fisik dari senyawa yang berisomer geometri
    Isomer cis dan isomer trans sering kali memiliki sifat-sift fisika yang berbeda. Perbedaan antara isomer pada umumnya disebabkan oleh perbedaan bentuk molekul atau momen dipol secara keseluruhan. Perbedaan ini dapatlah sangat kecil, seperti yang terlihat pada titik didih alkena berantai lurus 2-pentena (titik didih isomer trans 36 °C dan isomer cis 37 °C). Perbedaan isomer cis dan trans juga dapat sangat besar, seperti pada kasus siklooktena. Isomer cis senyawa ini memiliki titik didih 145 °C, sedangkan isomer transnya 75 °C.Perbedaan yang sangat besar antara kedua isomer siklooktena disebabkan oleh terikan cincin yang besar untuk trans-siklooktena, yang juga menyebabkannya kurang stabil dibandingkan isomer cis. Bahkan, kedua isomer asam 2-butenadioat memiliki sifat-sifat dan reaktivitas yang sangat berbeda sehingga mempunyai nama yang berbeda pula. Isomer cisnya disebuah asam maleat, sedangkan isomer transnya disebuat asam fumarat. Polaritas merupakan faktor kunci yang menentukan titik didih relatif senyawa karena ia akan meningkatkan gaya antar molekul, sedangkan simetri merupakan faktor kunci yang menentukan titik leleh relatif karena ia mengizinkan penataan molekul yang lebih baik pada bentuk padat. Oleh karena itu, trans-alkena yang kurang polar dan lebih simetris cenderung memiliki titik didih yang lebih rendah dan titik leleh yang lebih tinggi. Sebaliknya cis-alkena secara umum memiliki titik didih yang lebih tinggi dan titik leleh yang lebih rendah.
    semoga bermanfaat terimakasih

    BalasHapus
  6. assalamualaikum rini..
    saya ansa hidayati akan menambahkan seidikit materi ...
    Dalam beberapa hal, sifat kimia sikloalkana mirip dengan alkana asikloik (rantai terbuka). Keduanya sama-sama non polar dan cenderung inert. Akan tetapi terdapat perbedaan mendasar. Pertama, sikloalkana kurang fleksibel dibandingkan dengan alkana rantai terbuka. Ikatan tunggal (ikatan sigma) pada alkana asliklik dapat berputar.Pada sikloalkana, ikatan yang terbentuk kurang bebas untuk berputar. Misalnya siklopentana, bentuknya adalah segitiga rigid dan planar. Putaran pada ikatan karbon-karbon tidak mungkin terjadi tanpa merusak cincin.Oleh karena strukturnya yang siklik, sikloalkana memiliki dua sisi yaitu sisi
    atas dan bawah. Hal ini memungkinakn sikloheksana memiliki kemungkinan isomerisme berdasarkan letak substituennya. Contohnya, ada dua bentuk isomer dari 1,2-dimetilsiklopropana. Pertama dengan dua gugus metil pada sisi yang sama, kedua dengan gugus metil pada posisi yang berlawanan. Kedua bentuk isomer merupakan molekul yang stabil, dan dapat dikonfersi dari bentuk satu ke bentuk lainnya tanpa memecah cincin atau tanpa membentuk ikatan baru. Tidak seperti isomer konstitusional seperti pada butana dan isobutana dimana terdapat perbedaan urutan penempatan atom- atomnya. Kedua isomer 1,2-dimetilsiklopropana memiliki tempat ikatan yang sama, tetapi berbeda pada posisi atom-atomnya. Semua senyawa yang memiliki posisi ikatan atom yang sama tetapi berbeda pada orientasi tiga dimensinya disebut stereoisomer.
    trima kasih

    BalasHapus